Peyuluhan tentang Pengambilan Sampel Keracunan Pangan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Klaten
KLATEN — UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Klaten menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknis bertema "Pengambilan Sampel Keracunan Pangan" guna meningkatkan kapasitas personel dan kesiapsiagaan Penyelidikan Epidemiologi (PE) serta penanganan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Kabupaten Klaten pada Sabtu, 24/10/2026. Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Bapak Eko Sumargiyanto Selaku Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Klaten. Dalam arahannya, ketepatan prosedur, serta sinergi antar petugas ATML dan TSL di lapangan ketika menghadapi dugaan kasus keracunan makanan di masyarakat. Pengambilan sampel yang akurat dan tepat waktu menjadi kunci utama dalam mengidentifikasi penyebab terjadinya keracunan pangan secara ilmiah.

Hadir sebagai pemateri utama, Bapak Haryono, A.Md.KL, menyampaikan pemaparan materi yang komprehensif mengenai tata cara pengambilan, pengemasan, hingga pengiriman sampel bahan makanan maupun sisa makanan yang diduga terkontaminasi. Dalam pemaparannya, Haryono, A.Md.KL menjelaskan langkah-langkah kritis yang harus diperhatikan petugas, antara lain:
- Penerapan Prinsip Aseptik: Memastikan alat uji dan wadah sampel dalam keadaan steril untuk mencegah kontaminasi silang selama proses sampling.
- Identifikasi Variasi Sampel: Prosedur spesifik dalam mengambil sampel air, makanan padat, muntahan, maupun usap alat (swab test) sesuai jenis parameter pemeriksaan (bakteriologis maupun kimia).
- Manajemen Rantai Dingin (Cold Chain) & Labeling: Tata cara penyimpanan sementara dan transportasi sampel menuju laboratorium agar kondisi spesimen tetap stabil dan valid saat diuji.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dan tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Klaten semakin terampil dan siap dalam menjalankan prosedur penanganan sampel keracunan pangan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku, sehingga kesehatan serta keselamatan masyarakat dapat senantiasa terlindungi.
What's Your Reaction?