EFEKTIVITAS VAKSINASI COVID-19 TAHUN 2022

EFEKTIVITAS VAKSINASI COVID-19 TAHUN 2022

EFEKTIVITAS VAKSINASI COVID-19 TAHUN 2022

Anis Sih Retno

 

PENDAHULUAN

Sejak melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Klaten pada awal-awal bulan sesudah Lebaran tahun 2022, diawali dengan wacana akan difungsikannya kembali Gedung Olahraga Gelarsena dan Panti Semedi Klaten menjadi wahana olahraga dan kemasyarakatan.  Sebelumnya dilaporkan dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten pada minggu ke-13 tahun 2022 (tanggal 27 Maret sampai 2 April 2022), terdapat penambahan kasus sebanyak 147 kasus.  Kondisi ini menurun dibanding minggu sebelumnya, 427 kasus.

Dari 147 kasus, sebagian besar kasus merupakan transmisi lokal yaitu sebanyak 136 kasus (92,5%), lainnya merupakan kontak erat sebanyak 7 kasus (4,8%), dan 4 kasus (2,7%) mempunyai riwayat perjalanan ke luar Klaten.

Penegakan kasus, sebagian besar dengan antigen sebanyak 88 kasus (60%), dan sisanya PCR sebanyak 59 kasus (40%). Hal ini sejalan dengan prosentase pemakaian tempat isolasi komunal yang menurun. Pada tempat isolasi komunal di Kabupaten Klaten per tanggal 3 April 2022 dengan kapasitas 349 TT, terpakai 28 dan kosong 321 sehingga hanya 8,02% pemakaian. Tempat Tidur (TT) ICU Isolasi dengan kapasitas 82 TT terpakai 13 dan kosong 69 sehingga ada 15,85% pemakaian, sedangkan secara keseluruhan persen pemakaian TT untuk kasus Covid-19 hanya 9,51%. (Sumber: Data Laporan Bulanan Seksi P2PM Dinas Kesehatan Kab. Klaten Tahun 2022)

Tabel 1. Capaian Vaksinasi Covid-19 sampai tanggal 2 April 2022

 

No

Sasaran

Target

Capaian

%

1

SDM Kesehatan

5,802

Dosis 1: 9.192

158,43%

 

 

 

Dosis 2: 9.104

156,91%

 

 

 

Dosis 3: 7.855

135,38%

2

Petugas Publik

73.782

Dosis 1: 67.917

92,05%

 

 

 

Dosis 2 : 67.762

91,84%

 

 

 

Dosis 3 : 14038

19.03%

3

Lansia

165.595

Dosis 1 : 131.210

79,24%

 

 

 

Dosis 2 : 120.802

72,95%

 

 

 

Dosis 3 :   32.211

19,45%

4

Rentan & Umum

649.194

Dosis 1: 504.407

77,70%

 

 

 

Dosis 2: 476.274

73,36%

 

 

 

Dosis 3:   84.543

13,02%

5

Remaja 12-17 Th

112.277

Dosis 1    : 107.446

95.70%

 

 

 

Dosis 2: 103.101

91.83%

 

 

 

Dosis 3: 1.202

1,07%

6

Anak

105.814

Dosis 1: 106.029

100,205

 

 

 

Dosis 2:  101.189 

95,63%

 

 

 

Dosis 3: 0

0%

Efektivitas vaksin COVID-19 ditunjukkan pada Tabel 2 dihitung berdasarkan uji klinis. Uji coba dilakukan terhadap orang dewasa dan sehat. Penting untuk memahami sejauh mana dan seberapa lama vaksinasi ini memberikan perlindungan terhadap infeksi atau penyakit pada semua kelompok umur dan populasi; khususnya pada individu yang lebih tua (70 tahun usia dan lebih tua). Efektivitas vaksin dan kemanjuran vaksin, berbeda pada setiap individu.

 

Tabel 2. Efektivitas Vaksin Covid-19 dari Berbagai Platform

Nama Vaksin

Sampel

Efikasi

Kelayakan

Hasil

Pfizer–BioNTech

Moderna

AstraZeneca

Sinovac -Biotech

 

 

 

 

Sinopharm

Novavax

43,548

30,420

17.178

2,300 (Chile);

13,000 (Turkey);

12,688 (Brazil)

 

 

45.000

>15.000

95%

94%

55%

50.7% (Brazil),

56.5% (Chile),

65% (Indonesia),

78% (Brazil)

and 91% (Turkey)

78%

89%

>16 th

≥ 18 th

≥ 18 th

≥ 18 th

 

 

 

 

≥ 18 th

≥ 18 th

95,3-100% efektif

100% efektif

100% efektif

51%efektif  untuk gejala, 100% efektif untuk yg sakit

 

 

79% efektif

100% efektif

 

 

Di Inggris, vaksinasi dengan Pfizer atau AstraZeneca dimulai pada 3 Desember 2020. Sejak April 2021, Vaksin Moderna. juga telah tersedia di Inggris, tetapi belum ada data efektivitas vaksin untuk Moderna. Departemen Kesehatan Masyarakat Inggris melaporkan di Inggris, efektivitas vaksin Pfizer atau ASTRAZENECA pada Maret 2021 terhadap kematian dan kejadian rawat inap diperkirakan 81% dan 80. Dalam sebuah studi efektivitas vaksin Pfizer atau AstraZeneca terhadap gejala pada 156.930 orang dewasa antara Desember 2020 dan Februari 2021, sebesar 70% pada orang berusia 80 tahun atau lebih setelah dosis vaksin pertama, meningkat menjadi 89% pada orang yang telah menerima dosis kedua 14 hari setelahnya. Dalam studi untuk orang berusia 70 tahun atau lebih, efektivitas vaksin terhadap gejala adalah 61% untuk Pfizer dan 60% untuk ASTRAZENECA 28–34 hari setelahnya vaksinasi dosis pertama.

 

Di Inggris, interval anatar pemberian vaksin dosis pertama dan kedua adalah 12 minggu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah individu (khususnya kelompok berisiko tinggi) yang akan mendapatkan perlindungan kekebalan dari dosis pertama Ada kekhawatiran bahwa kekebalan mungkin berkurang dengan cepat setelah satu kali dosis, terutama pada individu yang lebih rentan dan adanya percepatan evolusi varian virus yang bisa lolos dari respon imun. Namun hal ini masih terus menjadi pertimbangan untuk kebijakan selanjutnya.  efektivitas vaksin kedua lebih rendah setelah dosis tunggal Pfizer atau Moderna daripada setelah dua dosis. Efektivitas vaksin setelah dosis tunggal Pfizer sebesar 91% dan setelah dosis tunggal ASTRAZENECA sebesar 88%24. Salah satu keuntungan menunda vaksinasi adalah respon antibodi terhadap dosis kedua mungkin lebih besar; respon antibodi terhadap Pfizer lebih besar pada individu berusia lanjut 80 tahun atau lebih saat jeda vaksinasi meningkat dari 3 menjadi 12 minggu. Pada Juni 2021, individu berusia ≥40 tahun di Inggris dijadwalkan vaksinasi kedua setelah 8 minggu ketika kasus Varian Delta (B.1.617.2) meningkat.

 

Di AS, pada penelitian yang dilakukan antara Desember 2020 dan Maret 2021, vaksin efektivitas melawan infeksi setelah dua dosis Pfizer atau Moderna pada petugas kesehatan sebesar 90%. Dalam analisis multistat orang dewasa berusia ≥65 tahun yang telah menerima Pfizer atau Moderna, efektivitas vaksin terhadap COVID-19 sebesar 95% setelah mendapat dua dosis dan 64% setelah mendapat satu dosis. Vaksin efektivitas terhadap infeksi dalam jumlah besar pada penelitian kohort bagi 49.220 orang petugas kesehatan AS dengan usia rata-rata 41 tahun, lebih dari 96% setelah mendapat dua dosis Pfizer atau Moderna.

Data efektivitas vaksin yang diproduksi oleh Sinovac Biotech (CoronaVac) dan Sinopharm (BBIBP-CorV) belum diterbitkan dalam jurnal peer-review, meskipun telah diberikan secara luas, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah. Yang memprihatinkan, beberapa negara dengan capaian  vaksinasi yang tinggi namun kejadian infeksi juga tetap tinggi; misalnya di Chili, yang telah mengimunisasi 50% dari populasi (87% di antaranya menerima CoronaVac) ada 70.000 kasus baru per hari di bulan Juni 2021. Sebuah studi dilakukan antara Februari dan Mei 2021 menunjukkan bahwa efektivitas vaksin sebesar 66% untuk pencegahan kasus terkonfirmasi COVID-19.  

Ketersediaan data efektivitas vaksin sangat diperlukan. Apalagi hasilnya konsisten dengan data efikasi yang ditentukan dari uji klinis. Mengingat perbedaanrespon imun yang dihasilkan oleh platform vaksin yang berbeda, sehingga penting untuk memahami mekanisme kekebalan  dalam setiap kasus.

Korelasi perlindungan mekanisme perlindungan Vaksinasi COVID-19 masih belum sepenuhnya jelas dan korelasi perlindungan vaksinasi COVID-19 terhadap  infeksi belum ditentukan.

KesimpulanMasih banyak hal yang belum terjawab jenis vaksin COVID-19 yang dibutuhkan dalam konteks pandemi ini dan untuk pandemi yang akan datang. Dalam 16 bulan setelah uji coba vaksin pertama, 2,8 miliar vaksin dosis telah diberikan. Sebuah  pertanyaan krusial adalah apakah keberhasilan pemberian vaksin ini dapat direplikasi dalam pandemi masa depan. Sudah ada hasil kecepatan respons imun pada 3 platform vaksin berikut ini yaitu Pfizer, Moderna dan ASTRAZENECA. Vaksin Moderna belum pernah diuji dalam percobaan efikasi untuk penyakit menular sebelum tahun 2020, namun berhasil dalam mencegah terjangkitnya virus Ebola. Memiliki beberapa platform vaksin memungkinkan ketersediaan kapasitas produksi yang lebih besar.Kesimpulan: penelitian yang luas sangat diperlukan untuk mempersiapkan apabila ada kasuspatogen di masa depan yang tidak diketahui. Sebagian besar dosis vaksin COVID-19 dikelola oleh negara berpenghasilan tinggi atau menengah; per Juni 2021, hanya 0,9% orang di negara berpenghasilan rendah telah menerima minimal satu dosis.  pelatihan dan kemampuan untuk memberikan vaksin secara global sangat penting untuk membangun keberhasilan yang pada18 bulan terakhir.

 

Daftar Pustaka

Tregoning, John S. et all. 2021. Progress of the COVID-19 Vaccine Effort: Viruses, Vaccines and Variants Versus Efficacy, Effectiveness and Escape. Jurnal Nature Publishing. Volume 21: 626-636.

Oktafiana, Mira. 2022. Analisis Kestabilan Pengaruh Vaksinasi dan Karantina pada Penyebaran Covid-19 Menggunakan Kriteria Routh Hurwitz dan Metode Lyapunov. Undip Institutional Repository. Thesis.

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0