Buletin SKDR Kabupaten Klaten Minggu Epidemiologi Ke-22 Tahun 2026 (Periode 31 Mei – 06 Juni 2026)
Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) terus melakukan pemantauan perkembangan penyakit potensial kejadian luar biasa (KLB) di wilayah Kabupaten Klaten. Berdasarkan hasil pemantauan pada Minggu Epidemiologi ke-22 Tahun 2026, pelaksanaan surveilans dan pelaporan menunjukkan capaian yang sangat baik.
Sebanyak 48 unit pelapor aktif telah menyampaikan laporan dengan tingkat kelengkapan dan ketepatan pelaporan mencapai 100 persen. Dari sisi kewaspadaan dini, tercatat 48 alert indikator berbasis sindrom (IBS) dan seluruhnya telah berhasil diverifikasi dalam waktu kurang dari 24 jam atau mencapai 100 persen.
Pada kegiatan Surveilans Berbasis Kejadian (Event Based Surveillance/EBS), tercatat sebanyak 7 rumor kejadian kesehatan dan seluruhnya telah diverifikasi. Hasil verifikasi menunjukkan adanya 5 kasus leptospirosis dengan 1 kasus kematian, 1 kasus campak, serta 1 kasus suspek campak.
ISPA Masih Mendominasi Kasus Penyakit
Berdasarkan data 10 besar penyakit yang dilaporkan melalui SKDR, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi, yaitu 2.162 kasus atau sekitar 69 persen dari total 10 penyakit terbanyak. Posisi kedua ditempati oleh Diare Akut sebanyak 509 kasus (16 persen), diikuti Influenza Like Illness (ILI) sebanyak 244 kasus (8 persen).
Adapun penyakit lainnya yang tercatat antara lain:
- Pneumonia : 68 kasus (2%)
- Suspek Demam Tifoid : 55 kasus (2%)
- Diare Berdarah/Disentri : 38 kasus (1%)
- Suspek Dengue : 34 kasus (1%)
- Suspek Leptospirosis : 10 kasus (0,3%)
- GHPR : 7 kasus (0,2%)
- Suspek Campak : 6 kasus (0,2%)
Puskesmas Penyumbang Kasus ISPA Tertinggi
Lima puskesmas dengan jumlah kasus ISPA tertinggi pada minggu ini adalah:
- Puskesmas Bayat : 221 kasus
- Puskesmas Cawas I : 140 kasus
- Puskesmas Cawas II : 112 kasus
- Puskesmas Juwiring : 99 kasus
- Puskesmas Pedan : 95 kasus
Kewaspadaan dan Tindak Lanjut
Meskipun kinerja pelaporan SKDR menunjukkan hasil yang optimal, kewaspadaan terhadap beberapa penyakit menular tetap perlu ditingkatkan. Temuan kasus leptospirosis dengan satu kematian, serta masih ditemukannya suspek dengue dan suspek campak, memerlukan perhatian khusus dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mengimbau masyarakat untuk:
- Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS);
- Menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah leptospirosis dan penyakit berbasis lingkungan lainnya;
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala demam, batuk, pilek, dan diare;
- Melengkapi status imunisasi anak untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, termasuk campak;
- Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit menular.
Melalui penguatan surveilans, deteksi dini, dan respons cepat terhadap setiap kejadian kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Klaten.
What's Your Reaction?