Klaten - Tim Kerja Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak menular(P2PTM) melakukan pendampingan bersama Puskesmas Wonosari I Klaten. Melakukan orientasi/Pemeriksaan Terkait HPV IVA. Pemeriksaan HPV DNA dan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) adalah metode skrining penting untuk deteksi dini kanker serviks (leher rahim), dan produktif. Untuk mewujudkannya, menjaga kesehatan fisik saja tidak cukup.

Perbedaan Utama HPV DNA dan IVA
• Tes HPV DNA:
- Mendeteksi langsung materi genetik (DNA) dari virus Human Papillomavirus (penyebab utama kanker serviks), khususnya tipe risiko tinggi seperti HPV 16 dan 18.
- Mampu mendeteksi keberadaan virus sebelum munculnya perubahan sel pada leher rahim.
- Tingkat akurasi dan sensitivitas lebih tinggi. [1, 2, 3]
• Tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat):
- Pemeriksaan visual langsung pada leher rahim menggunakan larutan asam asekta (cuka) 3–5%.
- Jika ada sel yang abnormal atau prakanker, bagian tersebut akan berubah menjadi warna putih dalam waktu kurang lebih 1 menit.
- Lebih terjangkau dan hasilnya cepat (jika positif IVA, sering kali bisa langsung ditangani dengan krioterapi), namun akurasinya lebih rendah dibanding HPV DNA
Syarat Umum Menjalani Tes
- Sudah pernah melakukan hubungan seksual atau berusia sesuai anjuran (umumnya 25–69 tahun tergantung kebijakan fasilitas kesehatan).
- Tidak sedang menstruasi/haid.
- Tidak sedang hamil (khusus untuk prosedur tertentu).
- Tidak berhubungan seksual dalam 1–3 hari terakhir sebelum tes.
Janganlah segan memeriksakan masalah kesehatan serta mencari bantuan jika melihat atau mengalami gangguan kesehatan. Keterbukaan merupakan kunci untuk mengatasi masalah kesehatan secara lebih cepat.