KAJIAN GOR GELARSENA SEBAGAI TEMPAT ISOLASI TERPADU COVID-19

KAJIAN GOR GELARSENA SEBAGAI  TEMPAT ISOLASI TERPADU COVID-19

KAJIAN GOR GELARSENA SEBAGAI

TEMPAT ISOLASI TERPADU COVID-19

Penulis: Anis Sih Retno, S.Si.T, M,Kes.

 

Bermula dari kota Wuhan tepatnya di Tiongkok, virus jenis baru telah menyebar ke berbagai belahan negara di dunia yang menyebabkan timbulnya penyakit coronavirus disease 2019 atau yang disebut juga dengan COVID-19. Kondisi ini menjadi dasar World Health Organization (WHO) menetapkan pandemi COVID-19 pada 11 Maret 2020. Pada  tahun 2021 Indonesia mengalami berbagai dinamika dan tantangan dalam penanganan pandemi Covid-19. Diawali dengan lonjakan kasus pada Januari, dan diikuti lonjakan kedua pada Juli, berjalannya waktu pada Desember, kasus Covid-19 disebutkan cukup terkendali. Patut disayangkan, akibat lonjakan itu tidak sedikit masyarakat harus kehilangan kerabat, keluarga hingga sanak saudaranya. Saat itu kita juga belum siap menghadapi gelombang kedua yang didominasi varian Delta. Sejak itu, jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 dirawat di rumah sakit, dan meninggal dunia cukup banyak sehingga membuat surveilans testing, tracing, dan treatment (3T) kewalahan. Terlebih, hal itu ditunjang masih rendahnya vaksinasi pada saat itu.

Gambar 1. Gedung Olahraga Gelarsena yang dijadikan sebagai tempat isolasi terpadu Kasus Covid-19 Terkonfirmasi

Pada bulan Juli 2021, pelonjakan kasus Covid-19 membuat rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Klaten kewalahan dalam menampung pasien Covid-19.  Untuk mengantisipasi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan maka Pemerintah Kabupaten Klaten menyiapkan Rumah Isolasi Terpusat, salah satunya di GOR Gelarsena Klaten di samping Edotel dan Rumah Retret Panti Semedi Klaten. Gor Gelarsena sebagai lokasi Isolasi Terpusat Covid-19  mulai dimanfaatkan pada 23 Juli 2021 . Terdapat 101 tempat tidur yang disiapkan bagi masyarakat  berjenis kelamin laki-laki yang terkonfirmasi positif dan tidak bergejala. Sedangkan tempat isolasi perempuan dipusatkan di Rumah Retret Panti Semedi. Kurangnya jumlah tenaga kesehatan yang ada saat itu maka Dinas kesehatan merekrut relawan untuk ditugaskan di tempat isolasi tersebut.

Gambar 2. Bilik-Bilik untuk Isolasi Pasien Covid-19 di GOR Gelarsena Klaten

Pada tanggal 4 Agustus 2021 GOR Gelarsena sebagai lokasi isolasi terpusat pernah dikunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Beliau memastikan secara langsung penanganan masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 meliputi tercukupi atau tidaknya  fasilitas  untuk menunjang perawatan pasien isolasi, ketersediaan tabung oksigen, jumlah tenaga kesehatan yang bersiaga, hingga menu makan selama pasien mengikuti isolasi terpusat. Ada fasilitas olahraga dalam ruang hingga hiburan seperti wifi dan TV LED berukuran besar untuk menekan tingkat stres warga yang mengikuti isolasi terpusat.

Gambar 3. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi warga Klaten yang sedang mengikuti isolasi terpusat di GOR Gelarsena, Rabu 4 Agustus 2021

Pada pelaksanaannya, isolasi yang dilakukan di GOR Gelar sena dijaga oleh relawan selama 24 jam secara bergantian. Protokol kesehatan tetap dipantau agar ditaati oleh seluruh penghuni GOR. Pasien dipantau secara rutin kondisi kesehatannya terutama suhu tubuh. Pasien juga mendapatkan ransum makanan bergizi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten. Pasien diedukasi untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Setelah sembuh pasien dijemput keluarganya untuk kembali pulang ke rumah dan disarankan untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19.

Berdasarkan laporan Inventarisasi Jumlah Keterisian Isolasi Terpusat di Kabupaten Klaten jumlah orang yang pernah isolasi dan sembuh di Isolasi Terpusat GOR Gelarsena sejumlah 167 orang (data cut off jam 19.00 WIB 16 Januari 2022).   GOR Gelarsena sebagai isolasi terpusat tahun 2022 dibuka kembali pada tanggal 15 Pebruari 2022 sampai saat ini, belum ada pasien yang dikirimkan untuk menjalani perawatan isolasi. Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19 dan meningkatnya vaksinasi Covid-19, serta menurunnya jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 GOR Gelarsena tidak diperlukan lagi sebagai  tempat isolasi terpusat, karena tidak adanya kasus rujukan Covid-19.

Demikian kajian ini untuk dapat dipergunakan bahan kebijakan selanjutnya terkait Pandemi Covid-19.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0